Bab 1 Ruang Lingkup
Bisnis
1.
Pengertian
Bisnis dan Jenisnya
a.
Pengertian
bisnis
Apa itu bisnis? Bisnis berasal dari bahasa
ingris yang berarti perusahaan, urusan atau usaha. Misalnya The Grocery Business= perusahaan sayur
mayur. It is not your business = ini
bukan urusanmu. This store is going out
of business= toko ini akan menghentikan usahanya.
Hughes dan Kapoor menyatakan: Business is the organized effort of
individuals to produce and sell for a profit, the goods and services that
satisfy society’s needs. The general term business refers to all such efforts
within a society or within an industry. Maksudnya bisnis ialah suatu
kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang
dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Secara umum kegiatan ini ada didalam masyarakat, da nada dalam industri. Orang
yang berusaha menggunakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko, dalam
menjalankan kegiatan bisnis disebut entrepreneur. Seorang entrepreneur
harus mengkombinasikan empat macam sumber yaitu: material, human,financial dan
informasi.
Pandangan lain menyatakan bahwa
bisnis ialah sejumlah total usaha yang meliputi pertanian, konstruksi,
produksi, distribusi, transportasi, komunikasi, usaha jasa, dan pemerintahan,
yang bergerak dalam bidang membuat dan memasarkan barang dan jasa ke konsumen.
Istilah bisnis pada umumnya ditekankan pada tiga hal yaitu: usaha-usaha
perorangan kecil-kecilan dalam bidang barang dan jasa, usaha perusahaan besar
seperti pabrik, transport, perusahaan surat kabar, hotel dan sebagainya, dan
usaha dalam bidang struktur ekonomi suatu bangsa.
Pendapat yang ketiga ini akan
sangat luas sekali sebab mencakup usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak
pemerintah dan swasta baik mengajar laba ataupun tidak. Brown dan Petrello
(1976) menyatakan bahwa “Business is an
instruction which produces goods and services demanded by people”. Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang
menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan
masyarakat meninngkat, maka lembaga bisnispun akan meningkat pula.
Perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba. Laba
ialah penerima bisnis yang jumlahnya lebih besar daripada biaya yang sudah
diperhitungkan untuk menghasilkan barang dan jasa. Pengertian bisnis diatas
menekankan pada kegiatan yang bersifat mencari laba, dengan menghasilkan barang
dan jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen. Sifat jasa tidak berujud, seperti jasa
bidang keuangan, asuransi, transportasi, fasilitas umum, grosir dan retail,
banking, kesehatan juga bisnis yang menghasilkan barang seperti perumahan,
pakaian, sandang, pangan, papan.
Ada pula bisnis yang tidak
mencari laba, contohnya museum, sekolah, perguruan tinggi, masjid,
perpustakaan, palang merah, dsb.
b.
Jenis-jenis
bisnis
1.
Monopsoni
2.
Monopoli
3.
Oligopoli
4.
Oligopsoni
2.
Tujuan
kebijakan bisnis
Tujuan kebijakan bisnis ada 4, yaitu :
1. Melindugi usaha
kecil dan menengah
Kebijakan bisnis di buat untuk melindungi usaha kecil dan
menengah, karena mayoritas bisnis di Negara Kita ini di dominasi oleh
usaha-usaha menengah ke atas. Kebijakan ini berguna untuk mencegah usaha kecil
tersingkir dan tidak mempunyai lahan atau wilayah berusaha. Padahal justru
usaha kecil ini yang perlu dikembangkan sehingga bisa menjadi lebih besar dan
mempunyai daya saing.
2. Melindungi
lingkungan hidup sekitarnya
Melakukan bisnis atau usaha di Negara Kita ini memilik aturan, dan
itu diharuskan. Aturan tersebut antara lain adalah tujuannya untuk tidak
merusak atau memberi dampak negatif kepada lingkungan hidup sekitar wilayah
tempat usaha tersebut. Tidak dibanarkan jika membuang limbah ke tempat yang di
manfaatkan oleh penduduk sekitar, seperti sungai. Dengan adanya kebijakan ini,
maka para pebisnis juga akan meminimalisaiskan dampak negatif yang nantinya
akan berimbas kepada penduduk dan lingkungan hidup sekitarnya.
3. Melindungi konsumen
Bisnis yang baik adalah usaha bisnis yang mementingkan pelayanan
kepada konsumen. Konsumen adalah raja yang perlu dilindungi. Konsumen jangan
sampai dirugikan atau dikecewakan oleh karena mengkonsumsi barang atau jasa
yang diproduksi dari para pebisnis tersebut. Segala yang diberikan kepada
konsumen haruslah yang terbaik dan pelayanannyapun harus prima. Jikakonsumen
merasa dilindungi dan mendapatkan yang terbaik dari para pebisnis tersebut,
konsumen tidak segan-segan bekerja sama kembali.
4. Pendapatan
Pemerintah
Banyaknya bisnis yang beroperasi di Negara Kita ini tentunya juga memberikan
keuntungan bagi Negara Kita juga. Bisnis yang beroperasi memiliki kewajiban
untuk membayar pajak kepada pemerintah. Inilah yang sering Kita sebut dengan
devisa. Semakin banyak untung/laba yang diperoleh suatu usaha bisnis, semakin
besar pula Ia harus membayar pajak Negara demikian sebaliknya. Devisa yang
diperoleh tersebut digunakan lagi oleh pemerintah untuk melakuka pembangunan di
tiap-tiap wilayah di Negara Kita ini. Namun, sering teerjadi penyelewengan
terhadap uang yang seharusnya menjadi hak rakyat ini (korupsi)
3.
Sistem
perekonomian dan sistem pasar
Pengertian
Sistem Perekonomian
Sistem Perekonomian adalah
sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang
dimilikinya, baik kepada organisasi maupun individu di negara tersebut.
Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya
adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam
beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi.
Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut dipegang oleh pemerintah.
Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem
tersebut.
Selain faktor
produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut
mengatur produksi dan alokasinya. Sebuah perekonomian terencana (Planned
economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur
faktor-faktor produksi dan alokasi
hasil produksi. Sementara padaperekonomian pasar (Market
Economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi
barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Sistem
pasar
Kesempatan Bisnis atau Usaha
Dalam usaha kita
dapat megngunakan beberapa cara tetapi tidak ada jaminan usaha kita akan berhasil.
tetapi dalam melakukan suatu usaha kita harus berani mengambil resiko. Berikut
beberapa cara melakukan usaha, yaitu:
1. Penuhi Kebutuhan Konsumen
2. Jual Keunikan
3. Duplikasi Usaha Lain
4. Beri Fasilitas Tambahan
5. Jual Keterampilan
4. Kesempatan Bisnis
atau Usaha
Dalam
barusaha Kita dapat menggunakan beberapa cara tetapi tidak ada jaminan usaha
Kita akan berhasil. Tetapi dalam melakukan suatu usaha Kita harus berani
mengambil resiko. Beberapa cara itu adalah :
1.
Penuhi Kebutuhan Konsumen
Ini
merupakan cara buka usaha yang paling umum. Jika di kantor
Anda membutuhkan layanan katering, buka usaha
katering. Jika warga di sekitar rumah membutuhkan jasa binatu,
wartel, warnet, rental komputer, kursus, dll, buka usaha sesuai kebutuhan
mereka tadi. Kuncinya, kenali kebutuhan konsumen. Lalu penuhi dengan harga,
kualitas produk dan pelayanan yang lebih
baik. Usaha berdasarkan kebutuhan konsumen yang nyata adalah hal prinsip
dari semua jenis usaha.
2.
Jual Keunikan
Jika
Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal
baru yang berhasil Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari
penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program
baru. Jika berhasil mencipta program komputer baru misalnya, jangan ragu
mematenkan dan menjualnya. Penemuan baru –apalagi khas
dan unik– sangat berpeluang menembus pasar.
3.
Duplikasi Usaha Lain
Bagi
mereka yang merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif,
jangan patah arang. Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan
mata. Anda hanya perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan
berani mengambil risiko. Misalnya di depan kampus A usaha fotokopi laris.
Apa salahnya menyainginya di tempat yang sama? Anda
cukup “memfotokopi” usaha itu, plus memberi
sedikit nilai lebih (harga, pelayanan, kecepatan,
keramahan). Siaplah bersaing!
4.
Beri Fasilitas Tambahan
Mirip
cara sebelumnya, namun perlu sedikit
sentuhan kreatifitas. Misalnya tetangga Anda membuka penyewaan Play
Station. Anda masih bisa menyainginya dengan tambahan fasilitas atau
memperluas penawaran (bar, warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi
yang sama. Hampir setiap waktu ada saja jenis usaha
yang lagi ngetren. Sedikit fasilitas tambahan, Anda pun siap bersaing dengan
yang lebih dulu ada.
5.
Jual Ketrampilan
Jeli
mengenali bakat orang? Itu pun awal bisnis yang menantang. Banyak orang
berbakat yang –jika dikembangkan dan diberi tempat bisa dijual
lebih mahal. Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon, kursus,
servis, pasar, mal-mal, adalah gudangnya orang
berbakat. Ambil 2-3 pemangkas rambut berbakat dari salom-salom
kecil. Sewakan tempat yang bagus, lengkapi dengan alat, beri brand yang
khusus, dan suntik dengan sistem pelayanan yang sempurna.
Anda pun sudah memiliki sebuah usaha pemangkas rambut yang eksklusif.
6.
Jadi Agen
Mirip
dengan sebelumnya, Anda bisa membuka kantor keagenan atau biro
yang menyediakan jasa atau layanan spesifik. Misalnya agen
modeling, foto model, penyanyi berbakat, head hunter, pengisi acara hiburan,
biro jodoh, baby sister, dll. Untuk usaha ini, Anda
perlu pengalaman dan relasi. Tetapi Anda bisa tangani sendiri atau
mempekerjakan orang-orang berbakat di dalamnya.
7.
Beli Waralaba
Yang
modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot pikirkan usaha
yang sama sekali baru, beli waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba
merupakan jenis usaha yang relatif
terstandarisasi. Butuh kejelian membaca waralaba mana
yang bagus. Berikut kemampuan membaca potensi pasarnya. Kini makin banyak
pilihan waralaba, yang butuh modal besar atau sedang-sedang saja.
8.
Beli Usaha Prospektif
Ada
pula usaha tertentu punya keunikan dan SDM
bagus. Prospek ke depannya pun cerah. Sayang untuk berkembang untuk lebih jauh,
usaha itu tidak punya modal lebih. Jika
modal Anda cukup besar, dan menurut kalkulasi usaha itu
bisa dikembangkan lebih pesat lagi, Anda bisa
membelinya. Cara ini relatif lebih mahal,
tetapi lumayan disukai investor tulen.
9.
Beli Usaha Sekarat
Banyak usaha sekarat, bukan karena
tidak ada prospek. Namun semata-mata karena manajemennya ambaradul.
Jika Anda cukup jeli memetakan prospek ke depannya dan cukup
pengalaman merekayasa ulang usaha, maka inilah peluang menarik. Usaha
seperti ini bisa Anda beli dengan harga relatif murah. Kadang
malah seperti harga ‘grosir’. Namun ingat,
biaya pemolesannya harus Anda kontrol.
10. Buka
Lokasi
Beberapa usaha cepat
sekali berkembang karena faktor lokasi. Semisal, ada pembangunan perumahan
mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan itu laku, umumnya
perekonomian di situ akan cepat berkembang. Fasilitas
pendukung akan makin banyak dibutuhkan. Nah,
layani warga setempat dengan produk atau jasa yang
sangat mereka butuhkan. Jangan lupa, pilihlah lokasi yang paling strategis
di sana.
11. Usaha
Bersama
Kadang usaha
tertentu bisa lebih bagus jika didirikan dan dikelola
bersama-sama. Semisal Anda kuper, tapi jago
masak masakan asing. Sementara teman dekat Anda jago melobi dan punya relasi
luas. Bisa saja Anda bersama-sama buka usaha restoran.
Kelebihan masing-masing bisa saling memperkuat usaha
baru, sekaligus memperbesar basis modalnya.
5.
Unsur-unsur
penting dalam aktivitas ekonomi
Unsur-unsur penting itu ada 3
yaitu :
1. KEINGINAN
MANUSIA
Keinginan
manusia timbul karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupannya
2. SUMBER
SUMBER DAYA
sumber
daya dibutuhkan untuk memenuhi keinginan-keinginan manusia. Sumber daya dapat
dikatakan sebagai faktor-faktor produksi.
3. CARA CARA BERPRODUKSI
Pada
umumnya pembuatan suatu barang merupakan diluar bidang ekonomi, tetapi
persoalan barang-barang atau jasa-jasa yang harus diproduksi, berapa banyak
yang harus diproduksi , dan cara apa yang dilakukan untuk memproduksi barang
maupun jasa dengan meminimalkan pembiyaan merupakan bidang ekonomi dan harus
diperhatikan oleh ahli-ahli ekonomi.
6.
Hakikat Bisnis
Seorang
bisnisman atau wirausahawan akan melihat kebutuhan masyarakat lingkungannya.Upaya ini merupakan proses
mengidentifikasipotensi bsnis, bahkan dalam hal ini biasanya diikuti dengan
perkiraan atau antisipasi atas pertumbuhan potensi pasar tersebut di masa
datang. Disamping itu juga akan memperhitungkan adanya persaingan yang timbul
dari pengusaha lain yang juga bergerak dalam melayani kebutuhan pasar yang
sejenis. Disisi lain pengusaha haruslah memikirkan tersedianya sumber daya
serta sumber dana besrta dengan cara yang sebaik-baiknya guna melayani
kebutuhan pasar tersebut dengan memproduksikan dan menyajikan barang dan jasa
yang dihasilkan itu kepada masyarakat, kelebihan hasil di ongkosnya itulah yang
merupakan laba atau keuntungan.
7. Mengapa
belajar Bisnis?
kita
wajib belajar bisnis dikarenakan hal-hal berikut:
•The
impact of Business (pengaruh kuat bisnis dalam kehidupan sehari-hari)
•Career
choise (pilihan karir atau propesi)
•Business
ownor ship (keinginan untuk memiliki dan untuk menjelaskankepada konsumen
tentang produk yang dihasilkan)