Senin, 30 Oktober 2017

Review Jurnal Etika Profesi Akuntansi

Review Jurnal Etika Profesi Akuntansi
28 OCTOBER 2017 BY BELLA NITA PERMATASARI
ANALISIS PERBEDAAN PERILAKU ETIS AUDITOR

DI KAP DALAM ETIKA PROFESI

(STUDI TERHADAP PERAN FAKTOR-FAKTOR INDIVIDUAL: LOCUS OF CONTROL, LAMA PENGALAMAN KERJA, GENDER, DAN EQUITY SENSIPTIVITY)

PUTRI NUGRAHANINGSIH

Alumni Fakultas Ekonomi UNS

DIREVIEW OLEH :
BELLA NITA PERMATASARI
BELLA P SAPHIRA
MAYANG AULIA
NUR AMALINA
REGGINA RACHMADEWI
SINDY DYAH PURBOSARI

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA


PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

            Isu tentang etika akuntan diindonesia berkembang dengan terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota intern, anggota publik, dan seseorang yang memainkan peran kunci dalam semua area. Kewajiban akuntansi yang dilakukan tersebut untuk menjaga perilaku etis mereka terhadap organisasi dimana mereka meraung. Tanggung jawab yang dimiliki akuntan juga menjadi kompeten dan menjaga integritas mereka. Seorang akuntan sering menghadapi dilema etik yang selalu bertentangan. Misalnya terjadi pada saat seorang auditor dan klien tidak sepakat dalam tujuan pemeriksaan dan aspek fungsi. Dalam konflik ini, pertimbangan profesional berdasarkan pada nilai dan keyakinan individu, dan kesadaran moral sangat penting dalam mengambil keputusan akhir. (Muawanah dan Indriantoro, 2001). Pembahasan ini  mengenai keinginan untuk mengubah perilaku menjadi perilaku yang diinginkan.
            Faktor utama yang menjadi penelitian ini adalah pada penelitian Fauzi (2001) hanya meneliti perbedaan etis ditemoat kerja secara umum, sedangkan pada penelitian ini akan menganalisi perilaku etis dan dia memfokuskan terhadap presepsi auditor terhadap kode etika akuntan. Perbedaan dalam penelitian ini adalah auditor. Penelitian fauzi hanya diambil dari mahasiswa dan sampel dari auditor. Perbedaan penelitian ini menambahkan satu variabel atribut individu yaitu gender. Penelitian berpengaruh terhadap etika yang telah dilakukan. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh gender pada etika membuktikan hasil yang berbeda-beda dan belum konsisten.
            Perbedaan keempat yaitu mengubah devinisi dan pengukuran variabel kerja pada pengalaman kerja. Responden pada pebgubahan ini dijadikan sampel, yaitu auditor yang memiliki pengalaman kerja.Hal ini juga didukung UU no.34 tahun 1954 yang mengatur penggunaan sebutan akuntan. Untuk dapat berpraktik sebagai akuntan publik terdaftar, diperlukan izin dari Departemen Keuangan, yaitu adanya persyaratan pengalaman,minimal 3 tahun bekerja sebagai auditor pada KAP atau BPKP. Di penelitian ini tidak diukur dari ada atau tidaknya pengalaman kerja, melainkan lama tidaknya berkerja pada auditor senior dan auditor yunior.
            Dipenelitian ini tidak ada pengujian terhadap variabel akademis displin karena sampel yang digunakan adalah auditor. Penelitian ini sampel yang digunakan adalah mahasiswa yang dibagi menjadi akuntansi dan manajemen. Pada hal tersebut dijelaskan bahwa auditor berasal dari akademis displin akuntansi, sehingga tidak terdapat faktor individual disiplin akademis.

Perumusan Masalah

            Perumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Apakah terdapat perbedaan perilaku etis yang signifikan antara auditor dengan internal locus of control dan auditor dengan external locus of control?
  2. Apakah terdapat perbedaan perilaku etis yang signifikan antara auditor senior dan auditor yunior?
  3. Apakah terdapat perbedaan perilaku etis yang signifikan antara auditor pria dengan auditor wanita?
  4. Apakah terdapat perbedaan perilaku etis yang signifikan antara auditor yang termasuk kategori benevolents dan auditor yang termasuk kategori entitleds?
Tujuan Penelitian

            Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris apakah terdapat perbedaan perilaku etis yang signifikan antara auditor berdasarkan perbedaan faktor-faktor individualnya yaitu sebagai berikut:
  1. Perilaku etis antara auditor dengan internal locus of control dan auditor dengan external locus of control.
  2. Perilaku etis antara auditor senior dan auditor yunior.
  3. Perilaku etis antara auditor pria dan auditor wanita.
  4. Perilaku etis antara auditor yang termasuk kategori benevolents dan auditor yang termasuk kategori entitleds.

LANDASAN TEORI

Persepsi

            Di dalam penjelasan tentang persepsi seseorang, dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah opini setiap individu tentang segala hal yang berada pada lingkungan sekitarnya, bisa berupa sesama manusia, benda, hewan, dan lain sebagainya

Etika Dan Perilaku Etis

            Etika beruhubungan dengan perilaku seseorang. Karena berhubungan dengan perilaku seseorang, etika bisa menjadi benar dan salah dalam kehidupan sosial, terutama dalam beroganisasi di suatu perusahaan yang sering disebut dengan etika profesi. Perilaku etis sangat berpengaruh ketika seseorang menjadi pemimpin dalam profesinya, Auditor misalnya. Ketika Auditor melakukan tindakan yang tidak etis, maka ia tidak akan mendapat kepercayaan dari teman se-profesinya tersebut.

Peran Kode Etik Akuntan Indonesia

            Pada intinya kode etik mengatur hubungan antar individu. Dalam hal ini berhubungan dengan profesi akuntan di Indonesia, baik antara auditor dengan klien.

Faktor-Faktor Individual

            Faktor individual dibagi menjadi 4:
1. Locus of control
Pandangan seseorang terhadap suatu peristiwa disekitarnya, apakah seseorang tsb dapat mengendalikan dirinya atau tidak.
2. Lama pengalaman kerja ( years of job experience )
Lama pengalamana kerja dimaksud kepada bagian profesi auditor, apakah pihak senior telah bekerja lebih dari 2 tahun dan junior bekerja dibawah 2 tahun. Lama pengalaman kerja dipengaruhi oleh perilaku etis
3. Konsep gender
Factor ini dimaksudkan apakah pria atau wanita yang sudah ditakdirkan jenis kelamin masing-masing secara biologis mampu menunjukkan perilaku etis atau tidak dalam berorganisasi terutama dalam profesi masing-masing.
4. Equity
Berhubungan dengan fairness ( keadilan ) yang dirasakan seseorang terhadap orang lain. Equity theory oleh Adam bahwa terdapat tiga tipe individu yaitu individu equity sensitives yang merasa adil ketika inputs sama dengan outputs, individu benevolents (kebaikan )  merasa adil (equity) ketika inputs lebih besar dari outputs, dan individu entitleds ( Berhak ) merasa adil (equity) ketika outputs lebih besar dari inputs.

Penelitian Terdahulu

            Perbedaan faktor individual dalam kemampuan menerima perilaku etis atau tidak etis. Hasil menunjukkan bahwa  individu  dengan  internal  locus  of  control  cenderung  lebih  tidak  menerima tindakan tertentu yang kurang etis, sedangkan individu dengan  external locus of control cenderung lebih menerima tindakan tertentu yang kurang etis. Wanita ditunjukkan lebih etis  dibandingkan  pria.

Hipotesis

  1. Terdapat perbedaan perilaku etis antara auditor dengan internal locus of control dan auditor dengan external locus of control.
  2. Terdapat perbedaan perilaku etis antara auditor senior dan auditor yunior.
  3. Tidak terdapat perbedaan perilaku etis antara auditor pria dan auditor wanita.
  4. Terdapat perbedaan antara perilaku etis auditor benevolent dan auditor entitleds

METODE PENELITIAN

Populasi, Sampel dan Metode Pengambilan Sampel

            Populasi dalam penelitian ini adalah para auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) wilayah Surakarta dan DIY. dalam penelitian ini untuk menentukan sampel  peneliti menggunakan metode non probability sampling, yaitu convenience sampling method. Dalam metode ini, informasi akan dikumpulkan dari anggota populasi yang dapat ditemui dengan mudah untuk memberikan informasi tersebut.

Pengukuran Variabel: Definisi Operasional dan Instrumen Penelitian

            Perilaku etis auditor adalah variabel yang akan diukur dalam penelitian ini. Variabel ini akan diukur dengan menggunakan instrumen Workplace Behaviour Scale (WBS). Workplace Behaviour Scale (WBS) terdiri dari 10 item pertanyaan dalam kuesioner yang diukur dengan 5 poin skala likert yaitu: (1) sangat dapat diterima, (2) dapat diterima, (3) tidak pasti, (4) tidak dapat diterima, dan (5) sangat tidak dapat diterima. Perilaku etis ditunjukkan oleh perolehan skor dari WBS, semakin tinggi skor WBS maka memiliki perilaku yang semakin etis, sebaliknya semakin sedikit skor WBS maka memiliki perilaku semakin kurang etis.
            Penelitian ini akan memfokuskan pada faktor-faktor atau substansi kode etik akuntan yang meliputi (1) pelaksanaan kode etik, dan (2) penafsiran dan penyempurnaan kode etik. Instrumen persepsi ini terdiri dari 11 item pertanyaan yang diukur dengan skala likert 1 sampai dengan 5 yaitu: (1) sangat tidak setuju, (t2) tidak setuju, (3) tidak pasti, (4) setuju, dan (5) sangat setuju. Peneliti mengasumsikan bahwa bagi responden yang berpersepsi positif terhadap kode etik yang meliputi pelaksanaan kode etik, dan penafsiran dan penyempurnaan kode etik akan memiliki perilaku yang lebih etis. Untuk mengetahui bagaimana persepsi auditor terhadap kode etik maka dilakukan analisis tambahan yaitu dengan uji proporsi.
            Locus of control (LOC). Locus of control (LOC) adalah cara pandang seseorang terhadap suatu peristiwa apakah dia dapat atau tidak dapat mengendalikan (control) peristiwa yang terjadi padanya. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel locus of control adalah Work Locus of Control Scale (WLCS) yang telah dikembangkan oleh Spector (1988). WLCS menggunakan 16 item pertanyaan dengan 5 poin skala likert yaitu: (1) sangat tidak setuju, (2) tidak setuju, (3) tidak pasti, (4) setuju, dan (5) sangat setuju. Internal LOC ditunjukkan oleh nilai jawaban responden yang lebih kecil dari mean score dan sebaliknya untuk external LOC diindikasikan oleh nilai jawaban responden lebih besar dari mean score.             Lama pengalaman kerja adalah jangka waktu (tahun) seorang auditor bekerja. Lama pengalaman kerja dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu mereka yang telah bekerja lebih dari dua tahun dikategorikan sebagai auditor senior dan mereka yang bekerja di bawah dua tahun sebagai auditor yunior. Data ini diperoleh dari kuesioner bagian D yaitu Data Demografi Responden.
            Konsep gender dalam penelitian ini berdasarkan konsep seks (jenis kelamin). Pengertian jenis kelamin merupakan kodrat yang ditentukan secara biologis. Dibagi menjadi dua yaitu pria dan wanita. Data ini diperoleh dari kuesioner bagian D yaitu Data Demografi Responden. Equity berhubungan dengan fairness (keadilan) yang dirasakan seseoang dibanding orang lain. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel equity sensitivity adalah Equity Sensitivity Instrument (ESI) yang dikembangkan oleh Huseman (1985), yang terdiri dari 5 pertanyaan dengan nilai ESI berkisar 0-10 untuk tiap pertanyaan. Untuk menskor instrumen, maka tambahkan poin-poin yang dialokasikan untuk respon benevolents (1a, 2a, 3b, 4b, 5b). Seorang individu akan masuk kategori entitleds apabila nilai < meanscore, dan kategori benevolents apabila nilai > meanscore.

Sumber dan Pengumpulan Data

            Data yang digunakan terbagi menjadi 2, data primer dan data sekunder. Data primer digunakan dengan cara mengisi kuesioner. Jadi peneliti memberi kertas yang berisi pertanyaan kepada koresponden lalu akan di uji oleh koresponden. Sedangkan untuk data sekunder peneliti hanya langsung mengambil /mengutip dari sumber-sumber yang sudah ada.

Metode Analisis Data

            Pengujian validitas yang digunakan adalah validitas konstrak dan teknik yang digunakan Pearson Product Moment . Untuk semua teknik analisis data peneliti menggunakan applikasi SPSS versi 11 untuk windows. Sedangakn untuk uji realibitas menggunakan realibitas konsistensi internal. Untuk uji normalitas digunakan One Sample Kolmogorov Smirnov Test yaitu peungujian 2 sisi dengan tujuan untuk membandingkan signifikasi hasil uji dengan taraf signifikansi. Untuk menguji hipotesis digunakan alat uji statistik yaitu Indipendent Sample T-Test. Pengujian validitas yang digunakan adalah validitas konstrak dan teknik yang digunakan Pearson Product Moment, teknik ini dibagi menjadi 2 tahapan analisis yaitu LLevene’s Test dan T-Test . Untuk semua teknik analisis data peneliti menggunakan bantuan applikasi SPSS versi 11 untuk windows. Dilakukan uji proposisi untuk mengetahui bagaimana presepsi auditor tentang kode etik. Uji proposisi dilakukan dengan cara menghitung presentase jawaban dari pertanyaan presepsi kepada kode etik. Jawaban dari pertanyaan tersebut dikelompokkan dalam format setuju dan tidak setuju.

ANALISIS DATA

Pelaksanaan Penelitian

            Peneliti melakukan penyebaran kuesioner kepada responden auditor yang terdapat di KAP Yogyakarta dan Surakarta. Dengan sampel sebanyak 41 pada KAP Yogyakarta, serta sampel sebanyak 29 pada KAP Surakarta. Dari total kuesioner sebanyak 70 buah, 3 diantaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Sehingga total kuesioner yang dapat digunakan sebanyak 67 buah.

Hasil Pengujian Data

            Hasil uji validitas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,01 dengan  p-value lebih kecil dari taraf signifkansi sebesar 5%. Sehingga dapat disimpulkan semua item pertanyaan dalam kuesioner valid. Pada uji reliabilitas yang dilakukan dengan menghitung Cronbach’s Alpha kemudian nilai alpha  dibandingkan dengan indeks menghasilkan kesimpulan bahwa data yang digunakan memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi. Uji normalitas menunjukkan nilai p-value sebesar 0,672 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

Hasil Pengujian Hipotesis

            Uji statistik parametrik Independent Sample T-Test digunakan dalam penelitian ini untuk menguji empat hipotesis yang diajukan. Hasil pengujian hipotesis yang pertama yaitu nilai signifikansi hasil T-Test sebesar 0,018 maka Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara perilaku etis yang sinifikan antara auditor internal locus of control dan auditor external locus of control. Dengan hasil analisis mean perilaku etis auditor internal locus of control sebesar 39,33 dan mean perilaku etis auditor external locus of control sebesar 35,14.
            Hasil pengujian hipotesis yang kedua yaitu nilai signifikansi hasil T-Test sebesar 0,002 maka Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan perilaku etis yang sinifikan antara auditor senior dan auditor yunior. Dengan hasil analisis mean perilaku etis auditor senior sebesar 34,09 dan mean perilaku etis auditor yunior sebesar 39,54.
            Hasil pengujian hipotesis yang ketiga yaitu nilai signifikansi hasil T-Test sebesar 0,246 lebih besar dari nilai signifikansi yang ditetapkan yaitu sebesar 0,05 maka Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan antara perilaku etis yang sinifikan antara auditor pria dan auditor wanita. Dengan hasil analisis mean perilaku etis auditor pria sebesar 36,00 dan mean perilaku etis auditor wanita sebesar 38,10.
            Hasil pengujian hipotesis yang keempat yaitu nilai signifikansi hasil T-Test sebesar 0,003 maka Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan perilaku etis yang sinifikan antara auditor benevolent dan auditor entitleds. Dengan hasil analisis mean perilaku etis auditor benevolent sebesar 39,77 dan mean perilaku etis auditor entitleds sebesar 34,50.

Hasil Uji Proporsi

            Penelitian ini juga menggunakan uji proporsi yang bertujuan untuk mengetahui persepsi auditor terhadap kode etik akuntan Indonesia. Hasil dari uji proporsi ini yaitu seluruh responden (auditor) memiliki persepsi positif terhadap kode etik ikatan akuntan Indonesia. Tapi dari hasil pengujian hipotesisnya, masing- masing responden mempunyai perbedaan rata-rata perilaku etis yang signifikan untuk setiap faktor-faktor individual yang dimilikinya.

KESIMPULAN

            Berdasarkan hasil analisis data yang telah dikumpulkan dan diolah, diketahui secara statistik, terdapat perbedaan perilaku etis yang signifikan antara auditor internal locus of control dan auditor external locus of control. Terdapat perbedaan perilaku etis yang signifikan antara auditor senior dan auditor yunior. Tidak terdapat perbedaan perilaku etis yang signifikan antara auditor pria dan auditor wanita. Terdapat perbedaan perilaku etis yang signifikan antara auditor benevolents dan auditor entitleds.


Sumber:
https://smartaccounting.files.wordpress.com/2011/03/kamp-03.pdf

Jumat, 30 Juni 2017

Tugas 4 : Adjective and Adverb

ADJACTIVE AND ADVERB

A. Adjactive

Adjective adalah kata yang merupakan salah satu bagian dari part of speech yang berfungsi untuk menjelaskan noun (kata benda) termasuk Pronoun (kata ganti benda/orang). Adjective biasanya mendahului kata benda atau kata ganti yang diberi sifat atau bisa juga berdiri sendiri jika menjadi objek sebuah kalimat nomimal.

Frasa dengan 1 adjactive
- Bad Boy
- Good Girl
- Brown eyes
- Thin Girl
- Black suit

Frasa dengan 2 adjactive
- Beautiful brown eyes
- Adorable smart girl
- Ugly black cat
- Nice blue car
- Handsome tall boy

Frasa dengan lebih dari 2 adjactive
- Great Indonesian man’s car
- Huge and overly anthusiastic fans
- Blue wide ayes are quite beautiful
- Tall and smart woman
- Blue sparkling diamond is amazing

B. Adverb

kata yang berfungsi untuk mendeskripsikan verb (kata kerja), adjective (kata sifat), atau adverb lain.
Contoh kalimat:
The waiter smiles politely.
2. He talks fastly.
3. She is very beautiful.
4. He scream loud enough.
5. I read only the book’s cover.

Macam2 adverb:

Adverb of time

Adverb (kata keterangan) yang digunakan untuk menyatakan waktu terjadinya suatu kegiatan atau peristiwa. When merupakan kata tanya yang dapat digunakan untuk mengajukan pertanyaan untuk menunjukkan adverb of time.
Contoh:
- I, together with my pals, already have eaten lunch
- Tita finally found a solution to solve her academic problem
- The children recently went home
- Please call me later, I’m studying now
- Athiya arrives from Osaka today

Adverb of frequency

Menyatakan seberapa sering suatu kegiatan atau peristiwa dilakukan atau terjadi. Kata keterangan ini terdiri dari adverb of quantity dan adverb of number.
Contoh:
- I always eat hygiene food to avoid stomach ache
- My mother often surprises me with her ideas
- She frequently rearranges her bedroom
- I usually wake up at 4 a.m
- The worker sometimes feels bored with his work

Adverb of place

Digunakan untuk menyatakan tempat dan arah terjadinya suatu kegiatan atau peristiwa.
Contoh:
- He is watching the football match there
- Alma works in Bandung for a while
- My apartment faces north
- They built a house ten miles west of Cilegon
- I’m on a flight to Jakarta

REFENCES:

Minggu, 30 April 2017

Tugas 2. Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2, Modals

MODALS

1.       Function
-          Can
Used for asking permission
-          Could
Used for asking permission or doing something in the past or in the future
-          May
Used for asking permission but more formal than “modals” can
-          Might
Explain possibility for present and in the future
-          Must
Expres obligation or necessity
-          Will
Making decision without planning ( Simple Future Tense )
-          Would
Sense of probability, or can combine with auxiliary have
-          Shall
Used for simple future, but only for first person ( I and We )
-          Should
Giving suggestion or advice

2.       Differences
-          Can and Could
Asking ability, Permission, request
-          May and Might
Describe possible work
-          Must
To indicate obligation or suggestion
-          Will
Talk about future work
-          Would
The past form of will.
-          Shall
To offer something or making any suggestion
-          Should
Giving advice or suggestion

3.       Example
-          Can
I Can Call You If I have finished my work
-          Could
I Could not listen to what he said
-          Must
You must pay all of these
-          Will
Will you come to my party?
-          Would
I would sleep last night, but it was too noisy
-          Shall
We shall return the books this week end
-          Sould
You look so tired, you should take a rest

Refences

https://www.wordsmile.com/pengertian-contoh-kalimat-modal-auxiliary-verbs


Rabu, 29 Maret 2017

Tugas 1: Example Sentences of Comparisons and Comparatives

EQUAL COMPARISONS
  1. Your face is as beautiful as your mother
  2. Is a rose as fragnant as a jasmine?
  3. Andaru drives as fast as marquez
UNEQUAL COMPARISONS
  1. His car is much better than her
  2. Your father watch is far more expensive than yours
  3. They have a few classes than we
DOUBLE COMPARISONS
  1. Hot soup is more tastier than cold soup
  2. The less your brain you use,  the poorer it performs
  3. The research is getting more and more interesting
SUPERLATIVE DEGREE
  1. Bella is the sweetest girl i've ever met
  2. Eden Hazard is the most dangerous player in the premier league
  3. Andaru is the fastest man in his class

SUMBER:

Sabtu, 14 Januari 2017

Tugas 4 Claim Letter

To:
Mr. Andaru Muhammad P.
Customer Service Manager
Good Electronics
Boulevard Street Kelapa Gading
Jakarta

Dear Sir,
I am writing this letter to make complaint regarding the product that I purchased recently. I bought a washing machine with serial number no. 1011.3838 and product model no. 9876.432 from one of your outlet in  Boulevard Street Kelapa Gading, Jakarta.
The product did not work properly. Its water player cannot move and when it operates the machine became very hot quickly. I have lodged a complaint on your customer service center, but there is no respond or action taken till now.
I have been a customer of your outlet for long, but this incident made me disappointed with the service you provide. Therefore, I ask want you to take an action to resolve this problem as early as possible. I attached a copy of the bill and photos of the product.
Thank You


Sincerely,

Bella Nita Permatasari

Rabu, 30 November 2016

TUGAS 3: Requesting and Confirming service letter

A. REQUESTING


November 29, 2016


General Manager
Haris Hotel & Conventions
Jl. Raya Bulevard Ahmad Yani Blok M
Summarecon, Bekasi 17142

Dear Mr. Andaru,

In our conversation yesterday on the telephone, we discussed plans to cunduct our graduation at your conference center. I would like to confirm those plans.

The date of the graduation are January 14th 2017. The hours are 6:00 A.M to 6:00 P.M for Eigh hundred people will be attending. We will need a total of three rooms, one large rooms and two smaller to break-out rooms.

As we discussed we will need a microphone, speakers, camera, musical instrument, decorations in the large rooms as well as computer projection system. in each break-out rooms we will need four tables.
On January 14th, we will have a catered snack and lunch. I would appreciate your faxing me the menu choices as soon as possible.

I would also appreciate receiving the projected cost for our two-day meeting. You do not need include the snak and lunch catering cost at this time. could you fax or e-mail me your cost projections by December 4nd? I will give you final confirm of our reservation by close of-business on the 4nd.

I want to thank you for you help in planning our graduation. I look forward to meeting you next week when I come to lok over your facilities.

Sincerely yours,

Bella NitaPs

Bella Nita Permatasari.



B. CONFIRMING


December 1, 2016


Osis SMA Negeri 14 Bekasi
Perumahan alinda kencana permai
Jl. Ceri raya babelan kali abang tengah
Bekasi Utara

Dear Ms. Bella,

Thank you for your letter sent on 29 November letter expressing interest in Haris Hotel & Conventions. The letter will confirm our subsequent telephone call discussing plans your meeting.

we understand your company would like to reseve our conference facilities January 14th Eigh hundred people will attend your meeting. You will need a total of three rooms one large room and two smaller break-out rooms.

As you requested we will provide a microphone, speakers, camera, musical instrument, decorations in the large rooms well as a computer projection system. We understand that you are bringing your own computer.  We need to know the computers model and operating system. please provide us this information three weeks before the start of the graduation.

In each two break-out rooms, we will provide four tables. Please let us know wether you want 6’ rectangular tables or 5’ round tables. That requese can be submitted two week before the graduation.
On January 14th, we will provide a buffer lunch. the menu choices were faxed to you last Thursday. Please tell us your menu selections one week before the graduation.

As you requested, I faxed the projected costs last week. After you decide on the required equipment and the type of lunch, we can finalize the cost estimate.

Sincerely yours,

Andaru

Andaru.

Selasa, 08 November 2016

Bussiness Phone Call and E-mail about Appointment

BUSSINESS PHONE CALL

DIALOG 1
( Direct to Personality )

Receptionist: Good afternoon, Miscrosoft Company, how may I help you?
Ms. Bella: Yes, I would like to speak to Andaru MP, please.
Receptionist: Who is caling ?
Ms. Bella: Yes. My name is Bella .
Receptionist: Could you spell it please?
Ms. Bella: It's B-E-L-L-A.
Receptionist: Okay, please hold on a second…..
(Dial)
Mr. Andaru: Hello…?
Ms. Bella: Is This Mr. Andaru MP?
Mr. Andaru: Microsoft, Andaru speaking. What do want to talk to me?
Ms. Bella: I'm calling in regards to the MSN assignment. I would like to discuss your new program . Do you have a minute to meet me?
Mr. Andaru: This time I’m very busy. How about next Sunday on 13 November at 13.00?
Ms. Bella: Ok next Sunday. Where would you like to meet me?
Mr. Andaru: Well, we meet at my office, Microsoft.
Ms. Bella: Ok, at your office on 13 November at 13.00. But. I have your office address yet. Where is it Mr. Andaru?
Mr. Andaru: Our office at Anjasmara Street, North Bekasi. I will wait for your presence next Sunday.
Ms. Bella: Thank you very much for the time Mr. Andaru.
Mr. Andaru: Your Welcome. 

DIALOG 2
( Indirect personality )

Receptionist: Good Afternoon, Miscrosoft Company, how may I help you?
Ms. Bella: Yes, I would like to speak to Andaru MP, please.
Receptionist: I'm sorry, Mr. Andaru is out of the office at the moment.
Ms. Bella: Do you know when to expect him?
Receptionist: He should be back about 3:00. Who is calling?
Ms. Bella: My name is Bella .
Receptionist: Could you spell it please?
Ms. Bella: It's B-E-L-L-A.
Receptionist: Okay, and may I tell him what this is in regards to?
MS. Bella: Well, its rather personal matter. We want to have meeting next Sunday, dated 13 November at 13.00. The placed at his office. We’ll dicuss about the new program of Miscrosoft Company.
Receptionist: Fine. I will give him the message as soon as he returns.
Ms. Bella: Thank you very much..
Receptionist: Your welcome, Ms. Bella. Thank you for contact Microsoft Company. Good morning and have a good activity.

DIALOG 3
( Cancel Appointment in Dialog 2 )

Receptionist: Good afternoon, Miscrosoft Company, how may I help you?
Ms. Bella: Yes, I would like to speak to Andaru MP, please.
Receptionist: Who is caling ?
Ms. Bella: Yes. My name is Bella .
Receptionist: Could you spell it please?
Ms. Bella: It's B-E-L-L-A.
Receptionist: Okay, please hold on a second…..
(Dial)
Receptionist: I'm sorry, Mr. Andaru is out of the office at the moment.
Ms. Bella: Do you know when to expect him?
Receptionist: He should be back about 3:00. Would you like to leave a message?
MS. Bella: Yes. I just cancel our appointment dated 13 November at 13.00 next Sunday at his office.
Receptionist: OK. I want to know, why you cancel your appointment?  .
Ms. Bella: Well, I have another meeting more important than this. Could you tell him my apologize please?
Receptionist: Fine. I will give him the message as soon as he returns.
Ms. Bella: Thank you very much.
Receptionist: Your welcome, Ms. Bella. Thank you for contact Microsoft Company. Good morning and have a good activity.


EMAIL


November 8, 2016

Microsoft Company
Anjasmara Street
North Bekasi

Dear Mr. Andaru,

                Good Afternoon, Mr. Andaru. I want to discuss everything about your new program. I want to make an appointment with you. I just made a schedule for us to diiscuss your new program:

                Date      : Sunday, november 13, 2016
                Time      : 13.00
                Place     : Microsoft Company.
                I hope you can accept the schedule that I made. I hope we can discuss about the new program of Microsoft Company and make better relationship between our company.

Sincerely Yours,


Bella