Jumat, 17 Juni 2016

Review Jurnal : Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan nasabah terhadap layanan internet banking dengan menggunakan pendekatan TAM

REVIEW JURNAL

1. Judul Penelitian :  Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan nasabah terhadap layanan internet banking dengan menggunakan pendekatan  Technology Acceptance Model (TAM)

2. Nama Penulis : Popi Fauziati

3. Nama Jurnal : Jurnal Kajian Akuntansi dan Auditing Vol. 7, No. 2,Oktober 2012

4. Tahun Terbit : 2012

5. Latar Belakang :

Keberadaan internet memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat, industri, perusahaan maupun pemerintah. Dunia perbankan tidak berbeda dengan dunia bisnis lainnya dimana layanan internet mulai digunakan. Meningkatnya persaingan dan usaha untuk menekan biaya operasional seefisien mungkin mendorong bank-bank untuk menggunakan internet dalam menjalankan bisnisnya. Selain itu tingkat mobilitas masyarakat yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan para penyedia layanan bagi masyarakat seperti perbankan melakukan banyak inovasi pada pelayanan mereka terhadap nasabahnya. Salah satu aplikasi saat ini yang menjadi perhatian adalah penggunaan internet banking.

Layanan internet banking diberikan oleh bank dengan tujuan utama memberikan kemudahan kepada nasabah. Pelayanan perbankan melalui internet tersebut berupa situs dari suatu bank tertentu yang menyediakan pelayanan perbankan tanpa perlu datang ke bank yang bersangkutan. Bagi pihak bank, internet banking memberikan beberapa keuntungan. Keuntungannya adalah business expansion, customer loyality, revenue and cost improvement dan new business model. Meskipun berbagai keuntungan ditawarkan melalui internet banking. Namun sistem ini kurang diminati dan sangat jarang digunakan oleh nasabah yang memiliki fasilitas untuk mengakses internet banking. Sebagian nasabah tersebut lebih memilih mengantri di bank atau menggunakan ATM (Automated Teller Machine) untuk melakukan transaksi perbankan padahal mereka dimungkinkan untuk menggunakan internet banking. Data tahun 2001 menunjukkan jumlah internet banking di Indonesia hanya 1,79 persen dari keseluruhan nasabah bank-bank yang memiliki internet banking yaitu sebanyak 16,4 juta nasabah (Gloria Cyber Ministries, 2002) dan jumlah pengguna internet banking tersebut hanya 6,98% dari keseluruhan jumlah pemakai internet yaitu sebanyak 4,2 juta orang (warta ekonomi, 2003).

Salah satu yang menjelaskan tentang model penerimaan teknologi adalah Technology Acceptance Model. Technology Acceptance Model (TAM) dapat digunakan untuk mengukur tingkat penerimaan pengguna terhadap teknologi. TAM mendefinisikan terdapat dua faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna terhadap teknologi yaitu persepsi akan manfaat teknologi dan persepsi akan kemudahan dalam menggunakan teknologi.

6. Metode Penelitian

a.  Populasi dan Sampel
Secara umum populasi didefinisikan sebagai suatu kesatuan atribut yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Populasi mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian atau hal minat yang peneliti investigasi, Sekaran (2006) Dengan demikian populasi adalah orang yang memiliki informasi yang menjadi fokus penelitian. Berdasarkan definisi tersebut, maka populasi dari penelitian ini adalah para pengguna internet banking pada bank yang menyediakan layanan internet banking di 6 bank yang berada di Kota Padang yang menyediakan layanan internet banking yaitu Bank internasional Indonesia (BII), Bank mandiri, Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Danamon.

Sampel adalah suatu himpunan bagian dari unit populasi. Menurut Sekaran (2006) sampel adalah sub kelompok atau sebagian dari populasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu metode pemilihan sampel dengan beberapa kriteria tertentu.

 b. Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Pembagian kuisioner dilakukan secara langsung kepada nasabah yang dipilih secara acak berdasarkan kriteria. Kuisioner yang telah diisi oleh responden tersebut akan diseleksi terlebih dahulu agar memenuhi syarat seperti butir-butir pertanyaan diisi dengan lengkap termasuk mengisi identitas sebagai karakteristik responden, antara lain : nama bank sebagai kategori penyedia layanan internet banking nasabah, usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan.

c. Definisi Variabel Penelitian Dan Pengukuran Variabel

Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel, yaitu variabel dependen,variabel intervening dan variabel independen.

 d. Metode Analisa Data

Penelitian yang mengukur variabel dengan menggunakan instrumen dalam kuisoner harus diuji dengan validitas dan reabilitas sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan model persamaaan struktural (Structural Equation Modeling atau disingkat SEM) dengan Path Anaysis yang dibantu dengan program aplikasi AMOS versi 16.0 (Ghozali, 2008).

7. Hasil Penelitian

Deskriptif Data Penelitian

Metode pengumpulan data seperti yang telah dijelaskan dalam bab III dengan menggunakan kuesioner. Adapun metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Dalam hal ini sebagai subjek responden adalah pelanggan bank yang menggunakan internet banking yang berada di Kota Padang. Dan dimaksudkan untuk mendapatkan responden seperti yang ditentukan, baik dalam arti memenuhi jumlah persyaratan minimum sampel maupun kriteria lainnya.

Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif berkaitan dengan pengumpulan dan peringkat data yang menggambarkan karakteristik sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis ini untuk menjelaskan karakteristik sampel antara lain mencakup nilai mean (rerata), standar deviasi, nilai minimum dan nilai maksimum yang disajikan dalam tabel untuk setiap variabel.

Hasil Pengujian Data

Untuk melihat uji validitas dilakukan untuk mengetahui beberapa baik suatu instrumen mengukur konsep yang seharusnya diukur dan mengetahui pertanyaan-pertanyaan dalam instrumen adalah valid maka digunakan faktor analisis (factor analisis). Sedangkan untuk uji reliabilitas instrumen akan dihitung Cronbach alpha dari masing-masing instrumen yang dikatakan reliabel jika memiliki nilai Cronbach alpha besar dari 0,5 (Nunnally, 2001). Metode yang digunakan varimax rotation dari setiap variabel yang diharapkan mempunyai factor loading besar dari 0,4 (Chia, 2001). Selain itu nilai Kaiser’s MSA yang lebih besar dari 0,5 dapat dinyatakan tepat untuk factor analisis dan mengindikasikan construct validity dari masing-masing instrumen (Kaiser and Rice, 1974).

Uji Kesesuaian Model (Model Fit)

Tahap-tahap dalam pengolahan AMOS dalam penelitian ini menilai kriteria Goodness-of-fit, dimana langkah yang harus dilakukan sebelum menilai kelayakan dari model struktural adalah menilai apakah data yang diolah memenuhi asumsi model persamaan struktural. Goodness-of-fit mengukur kesesuaian input observasi atau sesungguhnya dengan prediksi dari model yang diajukan.






Review Jurnal: Pengaruh Rasio Keuangan, Pertumbuhan dan Deviden terhadap Harga Saham

REVIEW JURNAL

1.      Judul Penelitian : Pengaruh Rasio Keuangan, Pertumbuhan Penjualan dan Deviden terhadap Harga Saham
                                                             
2.      Nama Penulis : Tita Deitiana
3.      Nama Jurnal : Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Vol. 3 No. 1, April 2011
4.      Tahun Terbit : 2011
5.      Latar Belakang :

Investor untuk berinvestasi di pasar modal memerlukan pertimbangan - pertimbangan yang matang. Informasi akurat yang diperlukan yaitu mengetahui sejauh mana eratnya hubungan variabel- variabel yang menjadi penyebab fluktuasi harga saham perusahaan yang akan dibeli.

Tujuan utama suatu perusahaan adalah untuk meningkatkan kemakmuran pemilik atau para pemegang saham. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemilik modal menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada manager. Banyak variabel yang dapat mempengaruhi harga saham suatu perusahaan, baik yang datang dari lingkungan eksternal ataupun yang datangnya dari lingkungan internal perusahaan itu sendiri. Menurut penelitian Gordon (Bolten 1976) Variabel yang datang dari internal perusahaan seperti dividen, pertumbuhan pendapatan, likuiditas, ukuran perusahaan dan debt ratio atau ratio keuangan lain bisa mempengaruhi harga saham.

6. Metode Penelitian :

Pemilihan Sampel dan Pengumpulan Data

Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia pada periode 2004 sampai 2008, yaitu 45 dan yang mengeluarkan dividen secara tetap adalah 20 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling.
Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan kriteria sebagai berikut (1) Perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 1 januari 2004 sampai 31 Desember 2008, (2) Perusahaan yang dijadikan sampel memiliki kelengkapan data, (3) Perusahaan yang menggunakan mata uangrupiah dalam penyampaian laporan keuangannya.

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Harga saham, kenaikan harga saham akan sudah tercermin pada harga saham saat ini kalau perusahaan menurunkan pembayaran dividen dengan menggunakan pengukuran closing price. Likuiditas merupakan ukuran perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek yang sudah jatuh tempo. Likuiditas dihitung dengan menggunakan:

Current Ratio = Aktiva Lancar/Hutang Lancar x 100% “
Profitabilitas merupakan suatu pengukuran untuk menilai keefektifan manajemen perusahaan dari sisi kemampulabaan penghasilan bersih yang diperoleh perusahaan. Dalam hal ini profitabilitas dihitung dengan menggunakan:
Return on Equity = EAT/Common Equity “
Pertumbuhan penjualanmengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya secara keseluruhan. Pertumbuhan dihitung dengan menggunakan pertumbuhan  penjualan atau pendapatan dan pertumbuhan pada laba setelah pajak. Pertumbuhan perusahaan merupakan komponen untuk menilai prospek perusahaan pada masa yang akan datang dan diukur berdasarkan perubahan total penjualan perusahaan [(sales t – sales t-1)/ sales t-1]. Dividen adalah merupakan suatu ukuran tingkat pembayaran dengan menunjukkan beberapa bagian laba perlembar saham yang dibagikan kepada para pemegang saham sebagai dividen.
Rumus DPR = DPS/EPS x 100% “

7. Hasil dan Pembahasan

Hasil statistik deskriptif disajikan dalam tabel berikut:

                                                   Tabel 1 Statistik Deskriptif

Variabel
N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
LQDT
ROE
GROWTH
DPR
PRICE
100
100
100
100
100
20,16
0,59
-10,57
-9,50
-9,26
925,000
120,91
15700,00
146,26
28000,00
234,41
27,95
179,00
41,77
3258,16
188,82
18,06
1567,97
25,67
4423,54

R atau coefficient of correlation adalah sebesar 0,336, berarti korelasi Pertumbuhan penjualan, Profitabilitas, Likuiditas dan dividend terhadap harga saham adalah sedang. Nilai Adjusted R square adalah 0.113 atau 11,3% artinya besarnya variasi variabel harga saham yang bisa dijelaskan oleh variasi variabel pertumbuhan penjualan, profitabilitas, likuiditas dan dividend adalah sebesar 11,3%, sedangkan sisanya 88,7% dijelaskan oleh faktor – faktor lain yang tidak dijelaskan dalam model ini.

                         Tabel 1 Hasil Pengujian Hipotesis

Variabel
B
t
Sig.
Konstanta
1409,178
1,204
0,232
LQDT
-2,499
-1,083
0,282
ROE
80,883
3,354
0,001
GROWTH
-0,230
-0,840
0,403
DPR
5,157
0,309
0,758

Dari hasil perhitungan, dilihat angka signifikansi sebesar 0,282 maka H1 tidak terdukung, artinya tidak ada pengaruh variabel liukuiditas terhadapvariabel harga saham. Dari hasil perhitungan, dilihat angka signifikansisebesar 0,001 maka H2 diterima, artinya ada pengaruh variabel profitabilitas tehadap variabel harga saham. Dari hasil perhitungan, dilihat angka signifi-kansi sebesar 0,403 maka H3 tidak terdukung, artinya tidak ada pengaruh variabel pertumbuhan terhadap variabel harga saham. Dari hasil perhitungan, dilihat angka signifikansi sebesar 0,758 maka H4 tidak terdukung, artinyatidak ada pengaruh variabel dividen terhadap variabel harga saham.




Review Jurnal : Evaluasi Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan

REVIEW JURNAL
1.      Judul Penelitian : Evaluasi Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan pada PT. II

2.      Nama Penulis : Shela Ika Mardikawati, Luky Patricia Widianingsih, Renna Magdalena
3.      Nama Jurnal : Jurnal GEMA AKTUALITA, Vol. 3 No. 2, Desember 2014
4.      Tahun Terbit : 2014
5.      Latar Belakang :
Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan pada PT. II baru berjalan tiga tahun, sehingga dalam penerapannya masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki dan diperhatikan oleh perusahaan. Dalam penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan PT. II, akuntan perusahaan sangat berperan dari hal perencanaan hingga pelaporannya. Perhitungan Laporan Biaya Lingkungan PT. II dilakukan dengan menghitung dan mempertimbangkan seluruh aktivitas produksi yang telah dilakukan oleh perusahaan. Dalam pelaporan biaya lingkungan, perusahaan menggabungkan seluruh pengeluaran aktivitasnya. Hal ini membuat pengguna laporan biaya lingkungan tidak bisa menganalisis jumlah pengeluaran secara terperinci dan spesifik. Penggabungan pada laporan biaya tersebut juga menyulitkan manajemen dalam penilaian terkait kekurangan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Dalam penelitian ini diusulkan pembuatan Laporan Biaya Lingkungan berdasarkan pengelompokan kategori biaya yang terdiri dari aktivitas pencegahan, aktivitas deteksi, aktivitas kegagalan internal dan aktivitas kegagalan eksternal. Penelitian ini juga menambahkan beberapa jenis aktivitas pengelolaan lingkungan untuk memperbaiki penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan pada PT. II. Jenis aktivitas yang ditambahkan adalah penambahan jumlah masker, penambahan aktivitas perawatan peralatan pengendali polusi dan studi lingkungan untuk Divisi Accounting.
Penelitian ini menambahkan perhitungan persentase dari setiap kategori aktivitas pengelolaan lingkungan, sehingga dapat diketahui pengeluaran setiap aktivitas berdasarkan nominal maupun persentasenya. Laporan biaya lingkungan rekomendasi pada penelitian ini juga menambahkan perhitungan persentase biaya lingkungan dari total biaya operasionalnya.

6.      Metode :
Metode Analisis Data
Metode analisis data dalam penelitian ini dengan memahami dokumen-dokumen terkait penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan yang ideal khususnya mengenai laporan biaya lingkungan. Dokumen tersebut sebagai acuan dan pedoman dalam mengevaluasi keefektifan PT. II dalam menerapkan Akuntansi Manajemen Lingkungan, dengan memahami dan mengevaluasi dokumen yang diperoleh dari perusahaan untuk mengelompokkan limbah yang dihasilkan perusahaan, mendeskripsikan hal-hal yang telah dilakukan perusahaan terhadap masyarakat dalam rangka pertanggungjawaban kegiatan produksi yang telah dilakukan oleh PT. II dan mengevaluasi terkait laporan biaya lingkungan PT. II berdasarkan perincian kategori biaya lingkungan. Dilakukan uji silang antara dokumen penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan pada PT. II, hasil wawancara yang telah dilakukan dengan staf accounting, divisi GA, divisi kebersihan, karyawan produksi dan hasil observasi. Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan pada PT. II yang dievaluasi, diberikan saran serta rekomendasi mengenai hal-hal yang harus diperhatikan atas kekurangan penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan pada PT. II.
7. Hasil dan Pembahasan
Tabel 1. Laporan Biaya Lingkungan PT. II Periode 01 Januari - 30 Juni 2013

No       Aktivitas Biaya Lingkungan                                                           Total
1          Melaksanakan Studi Lingkungan                                                       Rp. 55.000.000
2          Membeli Perlengkapan keselamatan kerja karyawan                          Rp. 16.575.000
3          Membuang sampah domestik                                                             Rp. 27.900.000
4          Perizinan lingkungan dan pengujian tingkat  pencemaran                   Rp. 20.000.000
5          Perawatan dan perbaikan peralatan pengendali polusi                       Rp. 64.000.000
6          Perawatan dan perbaikan mobil PMK                                               Rp. 10.000.000
7          Perawatan mesin produksi                                                                  Rp. 85.000.000
8          Mendaur ulang sisa bahan                                                                  Rp. 5.500.000
9          Perawatan dan perbaikan pembuangan air                                         Rp. 42.500.000
10        Biaya membersikan saluran air                                                           Rp. 10.000.000
11        Memperbaiki kerusakan jalan                                                              Rp. 40.000.000
Grand Total                                                                            Rp. 376.475.000
Persentase dari Total Biaya Llingkungan 20.07%

No       Pendapatan Pengelolaan Limbah               Total
1          Pengelolaan kayu                                Rp. 185.040.000
2          Pengelolaan oli                                    Rp. 10.000.000
3          Pengelolaan drum                               Rp. 40.000.000
4          Pengelolaan kaleng                             Rp. 3.000.000
5          Pengelolaan barang bekas                   Rp. 15.000.000
Grand Total                            Rp. 253.040.000
Berdasarkan laporan biaya lingkungan PT. II pada tabel 1 (lampiran), perusahaan mengeluarkan biaya dalam mengelola lingkungannya sebesar Rp. 374.675.000 atau sebesar 20.07% dari biaya operasionalnya sebesar Rp. 1.876.000.000. Terdapat selisih pengeluaran dan pendapatan sebesar Rp. 123.435.000 dari pendapatan pengelolaan limbah yang telah dilakukan. PT. II dalam lapoan biaya lingkungan tersebut telah mempertimbangkan berbagai aktivitas produksinya yang dapat menghasilkan limbah untuk dapat ditangani oleh perusahaan.

Tabel 2. Laporan Biaya Lingkungan PT. II berdasarkan kategori biaya.

No       Kategori Biaya                                               Total              % Biaya lingkungan

Biaya Pencegahan :
1          Studi Lingkungan                                            Rp. 90.000.000           21 %
2          Perlengkapan keselamatan kerja karyawan     Rp. 22.335.000                      5.2 %
3          Perizinan lingkungan                                      Rp. 13.000.000                      3.0 %
4          Perawatan dan perbaikan mobil PMK             Rp. 10.000.000           2.0 %
Total                                                   Rp. 135.335.000        31.2 %
Persentase Total Biaya Operasional                         7.21 %
Biaya Deteksi :
1          Menguji pencemaran                                      Rp. 7.000.000                         1.7 %
Total                                                   Rp. 7.000.000                         1.7 %
Persentase Total Biaya Operasional                         0.037 %
Biaya Kegagalan Internal :
1          Membuang sampah domestic                          Rp. 27.900.000           6.5 %
2          Perawatan dan perbaikan peralatan pengendali polusi Rp. 77.000.000           17.9 %
3          Perawatan mesin produksi                              Rp. 85.000.000           19.8 %
4          Perawatan dan perbaikan saluran air               Rp. 42.500.000           9.9 %
5          Mendaur ulang sisa bahan                              Rp. 5.500.000                         1.4 %
Total                                                    Rp. 237.900.000        55.5 %
Persentase Total Biaya Operasional                                     12.68 %
Biaya Kegagalan Eksternal :
1          Membersihkan saluran air                               Rp. 10.000.000           2.3 %
2          Mempebaiki Jalan                                           Rp. 40.000.000           9.3%
Total                                                   Rp. 50.000.000          11.6 %
Persentase Total Biaya Operasiona                                      l 2.67 %
Grand Total Biaya Lingkungan                                  Rp. 430.235.000         100 %
Persentase Total Biaya Operasional                                                 22.93 %
Pendapatan Pengelolaan Limbah :
1          Pengelolaan kayu                                            Rp. 185.040.000
2          Pengelolaan oli                                                           Rp 10.000.000
3          Pengelolaan drum                                           Rp. 40.000.000
4           Pengelolaan kaleng                                         Rp. 3.000.000
5          Pengelolaan barang bekas                               Rp. 15.000.000
Grand Total                                         Rp. 253.040.000

perusahaan mengeluarkan biaya pengelolaan lingkungan sebesar 20.07%, sedangkan pada laporan biaya lingkungan berdasarkan kategori diatas diberikan perhitungan persentase pengeluaran biaya lingkungan dari total biaya operasional perusahaan. Biaya operasional perusahaan sebesar Rp. 1.876.000.000, sehingga dapat diketahui penambahan aktivitas pengelolaan lingkungan yang dikeluarkan perusahaan sebesar 22.93% pada laporan biaya lingkungan rekomendasi . Pada laporan biaya lingkungan berdasarkan kategori di atas juga telah diberikan penambahan biaya lingkungan sebagai rekomendasi.