REVIEW
JURNAL
1. Judul Penelitian : Analisis
faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan nasabah terhadap layanan internet
banking dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM)
2. Nama Penulis :
Popi Fauziati
3. Nama Jurnal : Jurnal Kajian Akuntansi dan Auditing Vol. 7, No. 2,Oktober 2012
4. Tahun Terbit :
2012
5. Latar Belakang
:
Keberadaan internet
memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat, industri, perusahaan maupun
pemerintah. Dunia perbankan tidak berbeda dengan dunia bisnis lainnya dimana
layanan internet mulai digunakan. Meningkatnya persaingan dan usaha untuk
menekan biaya operasional seefisien mungkin mendorong bank-bank untuk
menggunakan internet dalam menjalankan bisnisnya. Selain itu tingkat mobilitas
masyarakat yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan para penyedia
layanan bagi masyarakat seperti perbankan melakukan banyak inovasi pada
pelayanan mereka terhadap nasabahnya. Salah satu aplikasi saat ini yang menjadi
perhatian adalah penggunaan internet banking.
Layanan internet
banking diberikan oleh bank dengan tujuan utama memberikan kemudahan kepada
nasabah. Pelayanan perbankan melalui internet tersebut berupa situs dari suatu
bank tertentu yang menyediakan pelayanan perbankan tanpa perlu datang ke bank
yang bersangkutan. Bagi pihak bank, internet banking memberikan beberapa
keuntungan. Keuntungannya adalah business expansion, customer loyality, revenue
and cost improvement dan new business model. Meskipun berbagai
keuntungan ditawarkan melalui internet banking. Namun sistem ini kurang
diminati dan sangat jarang digunakan oleh nasabah yang memiliki fasilitas untuk
mengakses internet banking. Sebagian nasabah tersebut lebih memilih
mengantri di bank atau menggunakan ATM (Automated Teller Machine) untuk
melakukan transaksi perbankan padahal mereka dimungkinkan untuk menggunakan internet
banking. Data tahun 2001 menunjukkan jumlah internet banking di
Indonesia hanya 1,79 persen dari keseluruhan nasabah bank-bank yang memiliki internet
banking yaitu sebanyak 16,4 juta nasabah (Gloria Cyber Ministries, 2002)
dan jumlah pengguna internet banking tersebut hanya 6,98% dari
keseluruhan jumlah pemakai internet yaitu sebanyak 4,2 juta orang (warta
ekonomi, 2003).
Salah satu yang
menjelaskan tentang model penerimaan teknologi adalah Technology Acceptance
Model. Technology Acceptance Model (TAM) dapat digunakan untuk
mengukur tingkat penerimaan pengguna terhadap teknologi. TAM mendefinisikan
terdapat dua faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna terhadap teknologi
yaitu persepsi akan manfaat teknologi dan persepsi akan kemudahan dalam
menggunakan teknologi.
6. Metode Penelitian
a. Populasi dan Sampel
Secara umum populasi
didefinisikan sebagai suatu kesatuan atribut yang bekerjasama untuk mencapai
suatu tujuan. Populasi mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian atau
hal minat yang peneliti investigasi, Sekaran (2006) Dengan demikian populasi
adalah orang yang memiliki informasi yang menjadi fokus penelitian. Berdasarkan
definisi tersebut, maka populasi dari penelitian ini adalah para pengguna internet
banking pada bank yang menyediakan layanan internet banking di 6
bank yang berada di Kota Padang yang menyediakan layanan internet banking yaitu
Bank internasional Indonesia (BII), Bank mandiri, Bank Central Asia (BCA), Bank
Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Danamon.
Sampel adalah suatu
himpunan bagian dari unit populasi. Menurut Sekaran (2006) sampel adalah sub
kelompok atau sebagian dari populasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
adalah purposive sampling yaitu metode pemilihan sampel dengan beberapa
kriteria tertentu.
b. Metode
Pengumpulan Data
Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data primer yaitu pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan kuisioner. Pembagian kuisioner dilakukan secara langsung kepada
nasabah yang dipilih secara acak berdasarkan kriteria. Kuisioner yang telah
diisi oleh responden tersebut akan diseleksi terlebih dahulu agar memenuhi
syarat seperti butir-butir pertanyaan diisi dengan lengkap termasuk mengisi identitas
sebagai karakteristik responden, antara lain : nama bank sebagai kategori
penyedia layanan internet banking nasabah, usia, jenis kelamin, dan
tingkat pendidikan.
c. Definisi Variabel Penelitian Dan
Pengukuran Variabel
Dalam penelitian ini
terdapat tiga variabel, yaitu variabel dependen,variabel intervening dan
variabel independen.
d. Metode
Analisa Data
Penelitian yang
mengukur variabel dengan menggunakan instrumen dalam kuisoner harus diuji
dengan validitas dan reabilitas sedangkan analisis data dalam penelitian ini
menggunakan model persamaaan struktural (Structural Equation Modeling atau
disingkat SEM) dengan Path Anaysis yang dibantu dengan program aplikasi
AMOS versi 16.0 (Ghozali, 2008).
7. Hasil Penelitian
Deskriptif Data Penelitian
Metode pengumpulan data seperti yang telah
dijelaskan dalam bab III dengan menggunakan kuesioner. Adapun metode
pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive
sampling. Dalam hal ini sebagai subjek responden adalah pelanggan bank yang
menggunakan internet banking yang berada di Kota Padang. Dan dimaksudkan
untuk mendapatkan responden seperti yang ditentukan, baik dalam arti memenuhi
jumlah persyaratan minimum sampel maupun kriteria lainnya.
Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif berkaitan dengan
pengumpulan dan peringkat data yang menggambarkan karakteristik sampel yang
digunakan dalam penelitian ini. Analisis ini untuk menjelaskan karakteristik
sampel antara lain mencakup nilai mean (rerata), standar deviasi, nilai minimum
dan nilai maksimum yang disajikan dalam tabel untuk setiap variabel.
Hasil Pengujian Data
Untuk melihat uji validitas dilakukan untuk
mengetahui beberapa baik suatu instrumen mengukur konsep yang seharusnya diukur
dan mengetahui pertanyaan-pertanyaan dalam instrumen adalah valid maka
digunakan faktor analisis (factor analisis). Sedangkan untuk uji
reliabilitas instrumen akan dihitung Cronbach alpha dari masing-masing
instrumen yang dikatakan reliabel jika memiliki nilai Cronbach alpha besar
dari 0,5 (Nunnally, 2001). Metode yang digunakan varimax rotation dari setiap
variabel yang diharapkan mempunyai factor loading besar dari 0,4 (Chia,
2001). Selain itu nilai Kaiser’s MSA yang lebih besar dari 0,5 dapat dinyatakan
tepat untuk factor analisis dan mengindikasikan construct validity dari
masing-masing instrumen (Kaiser and Rice, 1974).
Uji Kesesuaian Model (Model Fit)
Tahap-tahap dalam pengolahan AMOS dalam
penelitian ini menilai kriteria Goodness-of-fit, dimana langkah yang harus
dilakukan sebelum menilai kelayakan dari model struktural adalah menilai apakah
data yang diolah memenuhi asumsi model persamaan struktural. Goodness-of-fit
mengukur kesesuaian input observasi atau sesungguhnya dengan prediksi dari
model yang diajukan.