Bab 5 Manajemen dan
Organisasi
1. Manajemen
a. Pengertian manajemen menurut beberapa ahli.
Pengertian manajemen menurut Louis Allen
dalam Management and Organization ,
McGraw Hill Book, Co Inc. 1958, menulis bahwa manajemen ialah suatu bentuk
pengetahuan yang sistematis, yang didasarkan pada prinsip umum yang digunakan
dalam praktek bisnis. Adapun pengertian manajemen menurut John G.Glofer yaitu
manajemen sebagai kepandaian manusia menganalisa, merencanakan, memotivasi,
menilai dan mengawasi penggunaan secara efektif sumber-sumber manusia dan bahan
yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Oliver Sheldon, memandang
manajemen sebagai fungsi dalam industri mengenai pelaksanaan policy didalam batas yang ditetapkan dalam
administrasi dan lapangan kerja dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya.
Definisi yang agak baru dikemukakan oleh
Claude S. George yaitu The function that
deals with getting things done through others (Management in industry, Englewoods
Cliff NJ, 1959 h.6).
Dari beberapa defines diatas dapat dilihat
bahwa Sheldon dan George menyatakan manajemen sebagai suatu fungsi, Glover
memandangnya sebagai suatu intelek atau kepandaian, dan Allen melihatnya
sebagai suatu pengetahuan yang didasarkan atas prinsip umum. Dari definisi
tersebut yang penting dicacat ialah sebagian besar mereka menyatakan bahwa
manajemen sebagai suatu kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan tertentu.
- Latar belakang sejarah Manajemen
Perkembangan Manajemen tidak terlepas dari
ditemukannya revolusi industri yang dimulai tahun 1970. Sebelum tahun itu,
struktur ekonomi kita masih sangat sederhana, produksi dilakukan dengan tangan,
ataupun kalau ada mesin, masih sangat sederhana. Sejak adanya revolusi industri
muncul produksi dan konsumsi berbagai macam barang, teknik distribusi berusaha
menemukan daerah-daerah konsumen. Manajemen bisnis muncul menjadi pengetahuan
professional pada abad 20. Kemajuan ini dapat dilihat pada perguruan tinggi
yang mengajar mahasiswa berbagai aspek manajemen dan mendidik mereka menjadi
professional pada berbagai bidang manajemen.
- Fungsi dan Proses Manajemen
·
Planning
Planning adalah fungsi manajemenyang
berhubungan dengan persiapan masa depan kegiatan bisnis. Planning ini adalah
sutu fungsi manajemen yang paling penting. Karena disini diformulasikan apa
yang akan dikerjakan, siapa yang mengerjakan, dimana dan caranya, dan bagaimana
menilainya. Mengerjakan planning sama pentingnya dengan kegiatan bisnis
sehari-hari.
·
Organizing
and Staffing
Organizing mencangkup persiapan untuk
melaksanakan planning menjadi kegiatan nyata,. Ini memerluka membentuk struktur
organisasi, membuat prosedur, dan mengalokasikan fungsi-fungsi dan kewajiban
unit organisasi dan individu-individu. Tugas organizing ialah merancang suatu tim kerjasama, mengatur aturan
otoritas dan komunikasi dalam berbagai jenis organisasi.
Staffing ialah memilih dan mengembangkan
personil, terutama yang membantu ditingkat eksekutif formal.
·
Coordinating
Fungsi ini menyangkut mengintegrasikan
berbagai unit yang berbeda, termasuk prosedur, orang, dan perencanaan. Makin
besar organisasi, maka makin penting fungsi ini. Koordinasi harus ada pada
setiap tingkat organisasi.
·
Controlling
Controlling artinya membimbing pekerjaan
agar mengikuti arah yang diharapkan dan ditetapkan. Ini tidak sama artinya
dengan memberi perintah atau komando, yang banyak dilakukan oleh para pengawas.
Demikian pula kontrol bukan berarti mencari-cari kesalahan orang lain, akan
tetapi kontrol bertujuan untuk mengembalikan segala sesuatu kejalan yang benar,
seandainya terlihat ada penyimpangan
- Ciri-ciri Manajemen Profesional
Definisi
sederhana tentang profesional dapat diberlakukan pada profesi manajer. Pertama,
seorang manajer profesional adalah seorang yang hidup dari profesinya sebagai
manajer, bukan manajer amatiran atau bekerja sambilan. Kedua, seorang manajer
profesional tentunya diharapkan betul-betul melaksanakan tugasnya layaknya
seorang profesional dalam bidang lainnya dan mempunyai kemampuan dan
pengetahuan yang tinggi untuk mencapai keberhasilannya.
- Ketrampilan manajemen yang dibutuhkan
Robert L. Katz pada
tahun 1970-an mengemukakan
bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar.[15] Ketiga
keterampilan tersebut adalah:
·
Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuanorganisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuanorganisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
·
Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
·
Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
2. Organisasi
- Definisi organisasi
Dalam litelatur banyak dikemukakan
pengertian organisasi. Webster mendefinisikan organisasi sebagai suatu struktur
eksekutif dari bisnis. Suatu struktur menurut bisnis modern harus menempatkan
karyawan dari berbagai tingkat kemampuan guna mencapai tingkat efisiensi yang
maksimal. Organisasi juga diartikan sebagai suatu keseluruhan termasuk
didalamnya fasilitas, material dan orang dengan perilakunya, yang diatur
menurut posisi berdasarkan tugas pekerjaan. Dalam struktur organisasi ada
pengawasan dan pengarahan kegiatan bisnis yang memungkinkan manajemen
mengkoordinasi tenaga kerja, uang mesin, dan material guna untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
- Bentuk-bentuk organisasi
- Organisasi Garis

- Organisasi Garis dan Staff

- Organisasi Fungsional

- Prinsip Organisasi
- Garis otoritas harus jelas, mulai dari atas sampai
tingkat bawah
- Setiap otganisasi mempunyai tujuan
- Jumlah tingkatan otoritas harus dibuat minimum
- Tak seorangpun dalam organisasi yang diperintah oleh
lebih dari satu supervisor
- Pembatasan dalam jumlah yang diawasi
- Struktur organisasi harus fleksibel
- Organisasi harus seimbang
- Ketrampilan dalam organisasi
Sebab keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi
dapat ditinjau dari beberapa faktor, yaitu:
- ·
Faktor intern: faktor yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri.
Faktor ini dapat meliputi pemimpin dalam organisasi, pekerja (staf), cara
pengaturan dan pengembangan organisasi, dan sebagainya.
- ·
Faktor ekstern: faktor yang berasal dari luar yang kerap kali ikut
mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi.
id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
Prof. DR. H.
Buchari Alma. 2013. Pengantar Bisnis. Penerbit ALFABETA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar