Sabtu, 17 Januari 2015

manajemen dan organisasi

Bab 5   Manajemen dan Organisasi

1.     Manajemen


a.    Pengertian manajemen menurut beberapa ahli.
Pengertian manajemen menurut Louis Allen dalam Management and Organization , McGraw Hill Book, Co Inc. 1958, menulis bahwa manajemen ialah suatu bentuk pengetahuan yang sistematis, yang didasarkan pada prinsip umum yang digunakan dalam praktek bisnis. Adapun pengertian manajemen menurut John G.Glofer yaitu manajemen sebagai kepandaian manusia menganalisa, merencanakan, memotivasi, menilai dan mengawasi penggunaan secara efektif sumber-sumber manusia dan bahan yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Oliver Sheldon, memandang manajemen sebagai fungsi dalam industri mengenai pelaksanaan policy  didalam batas yang ditetapkan dalam administrasi dan lapangan kerja dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Definisi yang agak baru dikemukakan oleh Claude S. George yaitu The function that deals with getting things done through others (Management in industry, Englewoods Cliff NJ, 1959 h.6).
Dari beberapa defines diatas dapat dilihat bahwa Sheldon dan George menyatakan manajemen sebagai suatu fungsi, Glover memandangnya sebagai suatu intelek atau kepandaian, dan Allen melihatnya sebagai suatu pengetahuan yang didasarkan atas prinsip umum. Dari definisi tersebut yang penting dicacat ialah sebagian besar mereka menyatakan bahwa manajemen sebagai suatu kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan tertentu.
  1. Latar belakang sejarah Manajemen
Perkembangan Manajemen tidak terlepas dari ditemukannya revolusi industri yang dimulai tahun 1970. Sebelum tahun itu, struktur ekonomi kita masih sangat sederhana, produksi dilakukan dengan tangan, ataupun kalau ada mesin, masih sangat sederhana. Sejak adanya revolusi industri muncul produksi dan konsumsi berbagai macam barang, teknik distribusi berusaha menemukan daerah-daerah konsumen. Manajemen bisnis muncul menjadi pengetahuan professional pada abad 20. Kemajuan ini dapat dilihat pada perguruan tinggi yang mengajar mahasiswa berbagai aspek manajemen dan mendidik mereka menjadi professional pada berbagai bidang manajemen.
  1. Fungsi dan Proses Manajemen
·         Planning
Planning adalah fungsi manajemenyang berhubungan dengan persiapan masa depan kegiatan bisnis. Planning ini adalah sutu fungsi manajemen yang paling penting. Karena disini diformulasikan apa yang akan dikerjakan, siapa yang mengerjakan, dimana dan caranya, dan bagaimana menilainya. Mengerjakan planning sama pentingnya dengan kegiatan bisnis sehari-hari.
·         Organizing and Staffing
Organizing mencangkup persiapan untuk melaksanakan planning menjadi kegiatan nyata,. Ini memerluka membentuk struktur organisasi, membuat prosedur, dan mengalokasikan fungsi-fungsi dan kewajiban unit organisasi dan individu-individu. Tugas organizing ialah merancang suatu tim kerjasama, mengatur aturan otoritas dan komunikasi dalam berbagai jenis organisasi.
Staffing ialah memilih dan mengembangkan personil, terutama yang membantu ditingkat eksekutif formal.
·         Coordinating
Fungsi ini menyangkut mengintegrasikan berbagai unit yang berbeda, termasuk prosedur, orang, dan perencanaan. Makin besar organisasi, maka makin penting fungsi ini. Koordinasi harus ada pada setiap tingkat organisasi.
·         Controlling
Controlling artinya membimbing pekerjaan agar mengikuti arah yang diharapkan dan ditetapkan. Ini tidak sama artinya dengan memberi perintah atau komando, yang banyak dilakukan oleh para pengawas. Demikian pula kontrol bukan berarti mencari-cari kesalahan orang lain, akan tetapi kontrol bertujuan untuk mengembalikan segala sesuatu kejalan yang benar, seandainya terlihat ada penyimpangan
  1. Ciri-ciri Manajemen Profesional
Definisi sederhana tentang profesional dapat diberlakukan pada profesi manajer. Pertama, seorang manajer profesional adalah seorang yang hidup dari profesinya sebagai manajer, bukan manajer amatiran atau bekerja sambilan. Kedua, seorang manajer profesional tentunya diharapkan betul-betul melaksanakan tugasnya layaknya seorang profesional dalam bidang lainnya dan mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang tinggi untuk mencapai keberhasilannya.
  1. Ketrampilan manajemen yang dibutuhkan
Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar.[15] Ketiga keterampilan tersebut adalah:
·       Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuanorganisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
·       Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
·       Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.


2.    Organisasi
    1. Definisi organisasi
Dalam litelatur banyak dikemukakan pengertian organisasi. Webster mendefinisikan organisasi sebagai suatu struktur eksekutif dari bisnis. Suatu struktur menurut bisnis modern harus menempatkan karyawan dari berbagai tingkat kemampuan guna mencapai tingkat efisiensi yang maksimal. Organisasi juga diartikan sebagai suatu keseluruhan termasuk didalamnya fasilitas, material dan orang dengan perilakunya, yang diatur menurut posisi berdasarkan tugas pekerjaan. Dalam struktur organisasi ada pengawasan dan pengarahan kegiatan bisnis yang memungkinkan manajemen mengkoordinasi tenaga kerja, uang mesin, dan material guna untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    1. Bentuk-bentuk organisasi
  • Organisasi Garis
  • Organisasi Garis dan Staff

  • Organisasi Fungsional
    1. Prinsip Organisasi
  • Garis otoritas harus jelas, mulai dari atas sampai tingkat bawah
  • Setiap otganisasi mempunyai tujuan
  • Jumlah tingkatan otoritas harus dibuat minimum
  • Tak seorangpun dalam organisasi yang diperintah oleh lebih dari satu supervisor
  • Pembatasan dalam jumlah yang diawasi
  • Struktur organisasi harus fleksibel
  • Organisasi harus seimbang
    1. Ketrampilan dalam organisasi
Sebab keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi dapat ditinjau dari beberapa faktor, yaitu:
  • · Faktor intern: faktor yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri. Faktor ini dapat meliputi pemimpin dalam organisasi, pekerja (staf), cara pengaturan dan pengembangan organisasi, dan sebagainya.
  • · Faktor ekstern: faktor yang berasal dari luar yang kerap kali ikut mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi.

id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
Prof. DR. H. Buchari Alma. 2013. Pengantar Bisnis. Penerbit ALFABETA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar